Jo
hampir setiap malam tercipta suasana serupa. tenang, lembut, menalikan syair cinta.
malam itu aku merasa nyaman, berbaring di lingkar lengannya yang kekar.
kepalaku tak berdenyut resah, meski seharian hanya minum yogurt dan air putih. tak makan sesuap pun. tapi DQ tak perlu tau, semua ini untuknya. penampilanku yang tanpa cela, sebagai istri dari seorang laki-laki setampan dia.
semua orang tak akan faham. tentu saja, mereka tak tau, jarak usia kami yang begitu panjang.
Aku mengenal Dq dari seorang teman dalam komunitas dunia maya, bermula dari private message di YM, bertukar sapa lewat pesan singkat, malam-malam yang tak luput dari perbincangan telepon dan akhirnya bertemu muka di dunia nyata.
Dq dan aku terpaut usia sebelas tahun.
yang tak dinyana akulah sang senior, berusia awal kepala tiga. Tapi ia begitu gentle, memanja hasratku layaknya seorang lelaki.
selimut cintaku mendengkur halus berirama, pastilah penat seharian berkutat dengan tumpukan file di kantor, lalu memutar otak mendengarkan dosen di kampus dan pulang ke rumah dengan peluh ekstra bersamaku.
betapa cinta begitu rupa mengukir di matamu.
DQ
kucium lembut dahinya, bulir-bulir keringat mengembun jatuh sepanjang lekuk wajahnya.
ia mendesah pelan seirama jantungnya yang berdetak terasa di ujung telapak tanganku. tak ingin aku mengusik pita mimpi yang tengah dirajutnya saat ini. aku mengeratkan dekapan.
Jo, istriku yang cantik. tak hanya begitu penuh cinta dan kasih sayang. ia juga sangat memahami aku. meski berjarak sebelas tahun, lekuk tubuhnya sempurna buatku.
cinta selalu menjaring kami berdua dalam lingkar gairah tak berkesudahan.
belaian dari tiap buaian yang menghipnotis malamku, seperti halnya kelinci yang dibelai oleh sang majikan terkasih. mentari tak usaikan petualangan cinta yang tak berkesudahan, bulan menjadi saksi nyata akan cinta kami. malam berganti pagi namun kenikmatan yang tak terkalahkan dan tiada bandingan menghapus semua kegalauan dalam hati, serpih-serpih yang terkumpul menjadi bagian puzzle yang telah lama tak terungkapkan dengan kata untaian penuh makna.
Hingga desah nafas yang terhengal dari mulut jo tak kuasa menahan kenikmatan yang selama ini terpendam, di saat semua tenaga telah terlampiaskan pada kenikmatan dan kepuasan cinta yang tak hanya sesaat. setelah pertarungan yang mengalahkan semua nafsu dunia yang tak lagi maya, menjadi nyata…..karena jo adalah istriku….kasih sang terkasih,,,,cinta sang pecinta.