kekasih sang pencinta

July 8th, 2009 by kanatakara

Jo

Barisan kata-kata jingga yang mengalir dari dua belah bibirmu yang merah adalah nyanyian cinta. Dan kubalas dengan selembut dan semerdu lantunan ombak yang pecah mengelus karang hatimu. Read the rest of this entry »

jejak cinta

May 28th, 2009 by kanatakara

Jo

hampir setiap malam tercipta suasana serupa. tenang, lembut, menalikan syair cinta.
malam itu aku merasa nyaman, berbaring di lingkar lengannya yang kekar.
kepalaku tak berdenyut resah, meski seharian hanya minum yogurt dan air putih. tak makan sesuap pun. tapi DQ tak perlu tau, semua ini untuknya. penampilanku yang tanpa cela, sebagai istri dari seorang laki-laki setampan dia.

semua orang tak akan faham. tentu saja, mereka tak tau, jarak usia kami yang begitu panjang.

Aku mengenal Dq dari seorang teman dalam komunitas dunia maya, bermula dari private message di YM, bertukar sapa lewat pesan singkat, malam-malam yang tak luput dari perbincangan telepon dan akhirnya bertemu muka di dunia nyata.
Dq dan aku terpaut usia sebelas tahun.
yang tak dinyana akulah sang senior, berusia awal kepala tiga. Tapi ia begitu gentle, memanja hasratku layaknya seorang lelaki.

selimut cintaku mendengkur halus berirama, pastilah penat seharian berkutat dengan tumpukan file di kantor, lalu memutar otak mendengarkan dosen di kampus dan pulang ke rumah dengan peluh ekstra bersamaku.

betapa cinta begitu rupa mengukir di matamu.

DQ

kucium lembut dahinya, bulir-bulir keringat mengembun jatuh sepanjang lekuk wajahnya.
ia mendesah pelan seirama jantungnya yang berdetak terasa di ujung telapak tanganku. tak ingin aku mengusik pita mimpi yang tengah dirajutnya saat ini. aku mengeratkan dekapan.

Jo, istriku yang cantik. tak hanya begitu penuh cinta dan kasih sayang. ia juga sangat memahami aku. meski berjarak sebelas tahun, lekuk tubuhnya sempurna buatku.
cinta selalu menjaring kami berdua dalam lingkar gairah tak berkesudahan.
belaian dari tiap buaian yang menghipnotis malamku, seperti halnya kelinci yang dibelai oleh sang majikan terkasih. mentari tak usaikan petualangan cinta yang tak berkesudahan, bulan menjadi saksi nyata akan cinta kami. malam berganti pagi namun kenikmatan yang tak terkalahkan dan tiada bandingan menghapus semua kegalauan dalam hati, serpih-serpih yang terkumpul menjadi bagian puzzle yang telah lama tak terungkapkan dengan kata untaian penuh makna.

Hingga desah nafas yang terhengal dari mulut jo tak kuasa menahan kenikmatan yang selama ini terpendam, di saat semua tenaga telah terlampiaskan pada kenikmatan dan kepuasan cinta yang tak hanya sesaat. setelah pertarungan yang mengalahkan semua nafsu dunia yang tak lagi maya, menjadi nyata…..karena jo adalah istriku….kasih sang terkasih,,,,cinta sang pecinta.

Bukan Kesalahan…..(untuk mencintai)

February 10th, 2009 by Hasby Ash Shiddiq

Rasa cintaku takkan pudar

Meski cahaya cintamu mulai berpendar

Aku masih tetap ada

Meski hujan badai belum reda

Aku sangat bersyukur

Dengan hidup yang dibatasi umur

Mencintai bukan kesalahan

Yang salah adalah menyalahkan

Nikmati cinta

Maka kita akan dihibur oleh cinta

Cinta terindah

Dari hati yang tidak gundah

Dari hati yang tulus suci

Mengisi nurani terkasih

cinta adalah luka

February 4th, 2009 by julie

sekumpulan kupu-kupu menghampiriku dengan sayap-sayap mereka yang patah
aku telah tau seketika itu
ada perih yang mendera menghanguskan merah cinta yang kau lukiskan

Karenamu….aku….

January 22nd, 2009 by Hasby Ash Shiddiq

ungkapan hati di tengah gemuruh ombak…
takkan terdengar di telinga yang pekak…
meskipun berteriak…
hanya sia-sia belaka untaian sajak-sajak…
dan hanya hati yang berselimutkan gontai..
yang mengerti suara hati yeng terkulai…
tanpa mencoba untuk mengerti…
hanya coba tuk sedikit pahami…
apa yang ada dalam isi hati…
Read the rest of this entry »

penyair ulung…(tanpa apa-apa)

January 17th, 2009 by Hasby Ash Shiddiq

aku sudah tidak tau lagi…
aku ingin percaya,,,namun sulit untuk kupercaya…
ingin rasanya membohongi perasaan bahwa aku tidak sendiri…
namun kenyataan berkata lain…
hati yang berkabut cinta…
telah pudar seiring kepercayaan yang mulai memendar…
karena semua yang ada dalam mimpi kini harus segera usai…
hanya mimpi dan harapan…
dalam khayalku aku hanya ingin dicintai dan mencintai…
tanpa ada sedikit rasa sesal…
aku tidak dapat berbuat banyak untuk diriku sendiri…
sudah saatnya…sang penyair ulung pergi ke alam…
ke alam yang penuh dengan kegelapan dan kenistaan dalam hidup…
hingga ia menjadi bagian dalam kegelapan yang abadi…

apakah ada bedanya

December 30th, 2008 by julie

mencumbu bayangmu
serupa dengan merasakan aliran deras
dalam pembuluh darahku

begini,
ketika malam menjemput siang
kita mencampurnya dengan tawa
hingga pagi menggantikan bintang
dan kembali
mengotori bumi dengan langkah-langkah
bercengkrama dengan waktu
bersama setelan blazer rapi dan harum sabun mandi

lalu,
ketika kembali berdesakan
degan bantal dan selimut malam
kita selalu menyerah oleh gairah
meski malaikat kecil mencatat sembari tersipu
di sudut-sudut Kamar yang berbeda

jatuh cinta

December 22nd, 2008 by julie

Julie:
Kami mengawali sore itu dengan duduk berdua di teras depan rumah sambil memandang ke arah kolam kecil di sebelah kanan. Ada dua bangku kayu persegi dan satu meja bulat yang di atasnya mengepul dua cangkir coklat panas.

Coklat panas. Minuman favorit kami berdua. Selain rasanya yang enak, aromanya selalu menghangatkan kami berdua.

Delonelybie merapatkan kedua bangku kayu itu lalu merangkulku dari belakang. Aku menyandarkan kepalaku di dadanya yang bidang. Aroma jeruk segar dari aftershave yang dipakainya membuat aku memejamkan mata tenggelam dalam kesegarannya.
Kedua tangannya menggenggam erat tanganku. Sore ini begitu sempurna bersama lelaki pemilik hatiku.

”julie..”, sahutnya setengah berbisik.
”ya, bie..kenapa?” aku menjawab dengan kemanjaanku.
„aku pengen bisa memeluk kamu seperti ini selamanya…“, sahutnya mesra.
„hmm..kita lihat saja apa kamu benar-benar akan melakukan itu..“, godaku.

Lalu kami tertawa bersama. Selalu seperti ini bersamanya. Indah dan hangat.

delonelybie:

aku menatapnya lekat-lekat. Rambutnya yang ikal menutupi sebagian wajahnya. Nafasnya terdengar halus seirama tubuhnya yang naik turun terlelap di atas sprei biru bunga kecil di dalam kamar tidur kami. Aku menyentuh pipinya perlahan. Ia bergeming membalikkan tubuhnya.

Wanita ini berjanji tak akan pernah sedetikpun berhenti untuk peduli padaku. Tapi lihatlah sekarang, tak sekedip pun dia memandangku. Aku tersenyum menatap garis bibirnya yang masih saja kelihatan tersenyum meskipun sedang terlelap.

Berjanjilah untuk terus ada. Dan jangan pernah pergi.

ketika..

December 17th, 2008 by julie

pagi ini ketika kau menatapku
seketika itu jam waktu berhenti berdetak
dan lalu terbentang bintang-bintang
di lelangit matamu

dan entah darimana
kelopak-kelopak bunga bermunculan
di sekelilingku
bersama kupu-kupu..
merah…kuning…ungu…

bau udara beraroma chrysant
jarum-jarum rambutmu
sentuhan jejari tanganmu

semenit ini
ketika cinta telah jatuh….

Syair Nurani

December 17th, 2008 by kanatakara

saat hati tak lagi sendiri…
melewati hari dalam mimpi…
bagai bunga yang bersemi…
merekah oleh sinar mentari…

saat rasa itu hadir…
saat itulah harapan menjadi sebuah syair…
hanya syair…
dari sang penyair…
ulung seperti seorang yang amatir…
dalam menulis syair…

tapi, , , dan hanya tapi. . .
tapi itu hanyalah sebuah harapan dalam mimpi…

kenyataan pasti ‘kan terwujudkan…
dalam angan dan harapan…
dari kenangan…
yang akan menjawab tantangan…
di masa hadapan….